Waspada Hepatitis di IPB

Waspada Hepatitis di IPB

Setiap orang menginginkan untuk selalu hidup sehat, namun, karena berbagai macam faktor yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun, membuat penyakit mudah untuk menjangkit dan salah satunya adalah hepatitis. Penyakit tersebut adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan perangan dan kerusakan sel dan fungsi organ hati. Hepatitis dibagi menjadi hepatitis A, B dan C dan dapat menyerang siapa saja termasuk mahasiswa yang ada di IPB (Institut Pertanian Bogor).

Kasus luar biasa (KLB) yang terjadi di Institut Pertanian Bogor di awal bulan Desember 2015, membuat perguruan tinggi tersebut melakukan pemeriksaan masal yang dilakukan oleh Tim Medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor selama 3 hari. Pasalnya, terdapat 1 mahasiswa asal Medan, Sumatra Utara yaitu Senna Desvia Hutapea dari Fakultas Kehutanan IPB meninggal dunia karena terjangkit virus Hepatitis A. Setelah dilakukan pemeriksaan masal, 28 mahasiswa IPB positif terjangkit dan diantaranya harus menjalani perawatan yang intensif.

Menurut Sugeng Santosa, Direktur Kemahasiswaan IPB, sebagian besar mahasiswa yang terjangkit tinggal di kosan yang ada di luar kampus dan hanya 1 mahasiswa yang tinggi di asrama di dalam kampus. Diperkirakan terjangkitnya para mahasiswa yang terjangkit hepatitis dikarenakan mengkonsumsi makanan yang tidak higienis atau bersih serta kurang menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.

Selain mengadakan pemeriksaan masal, IPB (Institut Pertanian Bogor) melakukan tindakan pencegahan lainnya dan agar virus hepatitis tidak tersebar, misalnya karena makanan dan air, yaitu dengan mengadakan sosialisasi. Kegiatan tersebut memberikan materi untuk mahasiswa mengenai gizi yang seimbang, keamanan pangan, profil dari kantin IPB serta tindakan untuk pencegahan dan penanggulangan virus hepatitis. Menurut dr. Naufal yang menjadi pemateri dan Dosen Departemen Gizi Masyarakat dari Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB, kebersihan diri seperti mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan menjaga kebersihan di kamar mandi merupakan tindakan pertama yang harus dilakukan. Setelahnya, kebersihan makanan yang masuk ke tubuh harus dijaga. Karena virus akan mati jika dipanaskan dengan suhu yang lebih dari 85oC, maka sebaiknya pilih makanan yang diolah dengan matang dan dikonsumsi tidak lama setelah makanan diolah.

Share